Sebagai generasi penerus, sudah seharusnya kita ikut melestarikan dan mengembangkan seni tari. Apalagi, Indonesia memiliki beragam khazanah kebudayaan. Ada ribuan suku bangsa dan kesenian yang dilahirkan. Berikut ini ada beberapa cara melestarikan dan mengembangkan tari yang ada di Indonesia: 1. Buat Pertunjukan Seni Tari di Tempat Terbuka. Tari kreasi sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Pembagian tersebut dilakukan berdasarkan pada pola dari gerakan-gerakan yang digunakan di dalamnya. Nah, menurut Sem Cornelyoes Bangun, dkk. di dalam buku Seni Budaya Kelas untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI, jenis tari kreasi contohnya adalah sebagai berikut. Tari kreasi tradisi Farida Oetoyo (lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 Juli 1939; umur 72 tahun) adalah seorang maestro balet Indonesia.Setidaknya dua nomor balet berlabel Rama & Shinta dan "Gunung Agung Meletus" merupakan karya masterpiece koreografer Farida Oetoyo. Di samping kedua karya besar ini, masih ada karya lainnya yang bisa di catat sebagai karya handal Tari kreasi baru yang berpolakan tradisi. Sesuai dengan namanya, tari kreasi ini didasarkan pada tradisi yang sudah ada. Tradisi ini meliputi iringan musik, koreografi gerak, tata rias, busana, dan lain sebagainya. Walaupun mengalami perkembangan, tari kreasi tetap tidak menghilangkan esensi tradisi daerahnya. Biasanya, tari berpasangan berhubungan dengan tema-tema pergaulan, percintaan, dan peperangan. Keunikan Tari Berpasangan. Tari yang dilakukan secara berpasang-pasangan memiliki keunikan tersendiri. Berikut beberapa keunikan tari berpasangan yang dinukil dari buku Apresiasi Seni 1: Seni Tari & Seni Musik susunan Sigit Astono, dkk: 1. Keunikan Gerak 2WVK.

contoh sinopsis tari kreasi