Ketikamelihat makin banyak orang yang datang berkerumun, Yesus menegur roh jahat itu dengan keras, kata-Nya, “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau: Keluarlah dari anak ini, dan jangan memasukinya lagi!” Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncangkan anak itu dengan hebatnya.
RENUNGANHARIAN KATOLIK. SELASA, 11 JANUARI 2022. Pekan Biasa I (Hijau) St. Aleksaner; St. Petrus Belsamus. BACAAN I: 1Sam. 2:9-20. Dari sana mengalir rahmat tak terbatas yang memberi-Nya kuasa untuk mengusir roh jahat (Mrk. 1:25-26). Doa mendatangkan rahmat, mengusir kejahatan, dan menimbulkan ketakjuban. Ya Tuhan, ajarlah kami untuk
Kaligrafi"DOA BAPA KAMI" dipercaya mampu mengusir Aura Jahat dari rumah kita, seperti: Jin, Setan, Iblis, Genderuwo, Kuntilanak, dan roh-roh Jahat lainnya. Doa ini mampu menghadirkan terang ilahi yg memberi kedamaian, kesejukan dan ketenteraman bagi seisi rumah, sehingga kita dan keluarga bakal terbebas dari bayang-bayang kutuk dosa dan maut
KATEKISMUSGEREJA KATOLIK. CATECHISM OF THE CATHOLIC CHURCH. BAGIAN I PENGAKUAN IMAN. SEKSI I "AKU PERCAYA" - "KAMI PERCAYA". 26 Apabila kita mengakui iman kita, kita mulai dengan kata-kata: "Aku percaya" atau "kami percaya". Sebelum kita menguraikan kepercayaan Gereja seperti yang diakui dalam syahadat, dirayakan dalam liturgi, dihayati dalam
YaYesus, bungkuslah aku dengan Kuasa Darah-Mu yang Kudus, dari ujung kepalaku hingga ujung jari kakiku.Ya Yesus, bebaskanlah aku dari dosa, setan, roh jahat
chwEAl. - Pengusiran setan atau Eksorsisme adalah bagian tak terpisahkan dan pewartaan Yesus mengenai Kerajaan Allah. Injil Sinoptik menempatkan eksorsisme dalam peristiwa-peristiwa penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus. Ditekankan suatu realitas kejahatan yang berada di balik penderita sakit. Hal ini dapat dilihat pada peristiwa setanik di Gerasa, Matius 828-34. Markus 51-20; Lukas 826-39; orang bisu yang kerasukan. Matius 932-33 ; orang buta sekaligus bisu yang kerasukan, Matius 1222-37; peristiwa setanik di Kapernaum, Markus 121-28; Lukas 431-37. Kisah Para Rasul menceritakan eksorsisme dalam kerangka pelayanan para rasul padajemaat misalnya perempuan yang memiliki roh tenung, Kisah 1616-18; kisah anak-anak Skewa, Kisah 1911-17. • Doa Utama kepada Kerahiman Ilahi secara Katolik untuk Meminta dan Mendapatkan Kerahiman Allah Doa untuk Mengusir Setan dan Kuasa Gelap secara Katolik 1. Ya Tuhan Allah, ampunilah aku, hamba-Mu. Aku ini bagaikan wadah tak berguna karena banyak mereka yang menghadang aku. Rengutlah dan bebaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bantulah aku, carilah aku yang hilang, Baharuilah aku bagi-Mu bila sudah Kautemukan, janganlah tinggalkan daku bila sudah Kaupulihkan kembali. Supaya dengan demikian aku selalu mencarikannya kepada-Mu, Sebab aku mengetahui bahwa engkau telah menebus aku dengan kuasa-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
Teks Lengkap Doa Pengusiran Roh Jahat, Doa Harian Umat Katolik Doa pengusiran roh jahat dalam doa harian katolik didoakan umat katolik untuk mengusir roh jahat dan segala sesuatu yang bersifat negatif dalam diri Kamis, 7 Juli 2022 1054 YoutubeDOA PENGUSIRAN ROH JAHAT- Doa pengusiran roh jahat adalah salah satu doa harian katolik yang didaraskan umat katolik untuk mengusir roh jahat dan semua hal negatif yang mempengaruhi diri pribadi umat katolik. Artikel ini berisikan Doa Pengusiran Roh Jahat yang masuk dalam tatanan doa harian katolik. Bagi Umat Katolik, Doa Pengusiran Roh Jahat bisa didoakan untuk mengusir roh jahat maupun segala hal negatif yang mempengaruhi hidup pribadi Umat Katolik. Untuk itu menyajikan panduan lengkap Doa Pengusiran Roh Jahat doa harian katolik. Baca juga Teks Lengkap Doa Untuk Pembebasan Diri, Doa Harian Umat Katolik Doa Pengusiran Roh Jahat Bapa kami...... Salam Maria...... Kemuliaan... Terpujilah.... Hening Sejenak Tuhan Yesus Kristus Aku hanya ingin Engkau yang merajai diriku sepenuh-penuhnya. Aku tidak ingin ada setan atau roh jahat apapun yang tinggal dalam diriku maupun yang mempengaruhi diriku Oleh karena itu Tuhan Yesus kuatkanlah aku untuk mengusirnya keluar dari diriku
Jakarta Eksorsisme dalam Katolik adalah praktik spiritual, yang dilakukan dengan maksud mengusir atau mengalahkan kekuatan jahat, seperti setan atau roh-roh jahat, dari individu yang terkena pengaruhnya. Praktik ini dilakukan oleh seorang imam yang memiliki otoritas gerejawi, untuk melawan kehadiran kejahatan rohani. Eksorsisme dalam Katolik dianggap sebagai tindakan sakramental, dan dilakukan dalam konteks keimanan dan pelayanan pastoral. Tujuan utamanya adalah membantu individu yang terkena gangguan rohani, agar mendapatkan pembebasan dan keselamatan. Proses eksorsisme melibatkan doa-doa khusus yang diucapkan oleh imam, dalam rangka melawan kekuatan jahat. Sejarah Hari Lansia Nasional 2023, Mendorong Kebijakan dan Perubahan Sosial Imam Syafi'i Adalah Ulama Besar dan Pendiri Mazhab Fiqih, Simak Penjelasannya 3 Perbedaan Amnesti dan Abolisi dalam Sistem Hukum, Simak Penjelasannya Sebelum melakukan eksorsisme, imam biasanya melakukan penyelidikan dan evaluasi yang cermat, untuk memastikan bahwa situasi yang dihadapi oleh individu tersebut memang berkaitan dengan pengaruh kekuatan jahat. Eksorsisme dalam Katolik mengajarkan bahwa praktik ini tidak umum dilakukan, atau digunakan sebagai solusi untuk setiap masalah. Eksorsisme hanya direkomendasikan dalam kasus-kasus yang telah diuji, dan diakui secara pasti sebagai kasus yang membutuhkan intervensi rohani. Berikut ini eksorsisme dalam Katolik yang rangkum dari berbagai sumber, Kamis 23/5/2023. Kemarin, Jumat Agung diperingati dengan khidmat di berbagai gereja di Ibu Kota. Ratusan umat Katolik di Gereja St. Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Timur, menyaksikan prosesi jalan salib yang memvisualisasikan kisah pengorbanan Yesus untuk me...Ilustrasi eksorsisme atau pengusiran setan di Srilanka atau dikenal dengan nama Daha Ata Sanniya SANKA VIDANAGAMA / AFP0Eksorsisme dalam Katolik memiliki akar yang sangat kuno, bermula dari zaman Yesus Kristus dan pewarisan ajaran-Nya kepada para rasul. Eksorsisme menjadi bagian penting dari tradisi gerejawi, dan merupakan praktik spiritual yang diakui dan dijalankan oleh Gereja Katolik hingga saat ini. Dalam Perjanjian Baru, Kitab Suci mencatat beberapa kejadian di mana Yesus melakukan eksorsisme untuk mengusir roh-roh jahat. Yesus mengajarkan kepada para rasul-Nya tentang kekuasaan dan otoritas untuk melawan kekuatan jahat. Para rasul kemudian meneruskan ajaran ini, dan melaksanakan eksorsisme sebagai bagian dari pelayanan mereka. Selama berabad-abad, eksorsisme terus dilakukan dalam komunitas-komunitas Katolik di seluruh dunia. Pada awalnya, eksorsisme lebih sering dilakukan dalam konteks pembaptisan orang dewasa, yang baru masuk ke dalam iman Katolik. Eksorsisme tersebut merupakan bagian dari ritus pembaptisan, yang melibatkan penolakan terhadap setan dan pengusiran roh jahat dari individu yang akan dibaptis. Pada abad ke-4, Gereja Katolik mengeluarkan dekrit yang mengharuskan eksorsisme dilakukan oleh imam yang memiliki otoritas gerejawi. Selain itu, diperkenalkan pula Rituale Romanum, sebuah buku liturgi yang berisi panduan dan doa-doa eksorsisme yang diakui oleh Gereja. Dalam sejarahnya, Gereja Katolik selalu mengingatkan bahwa eksorsisme harus dilakukan dengan bijaksana, hati-hati, dan dalam ketaatan terhadap otoritas gerejawi. Gereja juga menekankan pentingnya pendekatan medis dan psikologis, dalam mengidentifikasi kemungkinan gangguan rohani. Eksorsisme hanya direkomendasikan dalam kasus-kasus yang telah diuji dan diakui secara pasti sebagai kasus yang membutuhkan intervensi pria lakukan eksorsisme di dalam kereta Photo CEN/ eksorsisme dalam Gereja Katolik melibatkan serangkaian langkah dan ritual, yang dilakukan oleh seorang imam yang memiliki otoritas gerejawi. Berikut adalah beberapa langkah umum yang terlibat dalam proses eksorsisme Penyelidikan dan Evaluasi Sebelum melakukan eksorsisme, imam akan melakukan penyelidikan dan evaluasi terhadap individu yang diduga terkena pengaruh kekuatan jahat. Tujuannya adalah untuk memahami situasi secara holistik, mencari tahu apakah ada tanda-tanda gangguan rohani yang nyata, dan memastikan bahwa eksorsisme adalah tindakan yang tepat dalam kasus tersebut. Dalam beberapa kasus, imam dapat bekerja sama dengan ahli medis atau psikolog untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi individu tersebut. Persiapan Rohani Sebelum eksorsisme, imam dan individu yang akan menjalani eksorsisme akan melakukan persiapan rohani. Ini melibatkan doa-doa, konseling, dan pertobatan. Individu tersebut juga akan diarahkan untuk meningkatkan kehidupan spiritualnya, memperkuat iman, dan melibatkan diri dalam sakramen-sakramen Gereja. Pelaksanaan Eksorsisme Eksorsisme biasanya dilakukan di gereja atau tempat suci yang sesuai. Selama proses ini, imam akan memimpin doa-doa eksorsisme yang telah ditetapkan oleh Gereja Katolik. Doa-doa ini mengutuk kehadiran kejahatan rohani dan memohon pertolongan dan pembebasan bagi individu yang terkena dampaknya. Imam juga bisa menggunakan tanda salib, air suci, atau objek-objek berkat untuk membantu dalam proses eksorsisme. Penutup dan Tindak Lanjut Setelah sesi eksorsisme selesai, imam akan mengucapkan doa penutup dan memberikan penghiburan rohani kepada individu yang menjalani eksorsisme. Penting untuk memberikan dukungan pastoral, dan bimbingan kepada individu tersebut setelah eksorsisme selesai. Proses penyembuhan dan pemulihan bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama, dan imam dapat memberikan saran dan dukungan spiritual yang akan Keberadaan Kekuatan Jahat Gereja Katolik meyakini bahwa keberadaan kekuatan jahat, seperti setan atau roh-roh jahat, adalah nyata. Dalam ajaran Katolik, setan dipandang sebagai makhluk spiritual jahat yang memberontak terhadap Allah, dan berusaha mencelakakan umat manusia. Gereja percaya bahwa keberadaan kekuatan jahat ini terungkap dalam Kitab Suci, dan diakui secara teologis. Eksorsisme sebagai Tindakan Pastoral dan Sakramental Gereja Katolik melihat eksorsisme sebagai tindakan pastoral, yang dilakukan untuk membantu individu yang terkena pengaruh kekuatan jahat. Eksorsisme dianggap sebagai bagian dari pelayanan pastoral Gereja, dalam memberikan pembebasan rohani dan kesembuhan kepada individu yang membutuhkannya. Dalam pandangan Gereja, eksorsisme juga dianggap sebagai tindakan sakramental, yang dilakukan dalam konteks iman Katolik dan kehidupan gerejawi. Pendekatan yang Terintegrasi Gereja Katolik menekankan pentingnya pendekatan yang terintegrasi, dalam menghadapi situasi yang melibatkan kehadiran kejahatan rohani. Dalam konteks eksorsisme, Gereja mendorong kombinasi antara evaluasi rohani, medis, dan psikologis. Sebelum melangkah ke proses eksorsisme, penting untuk melakukan penyelidikan yang cermat dan memastikan bahwa situasi yang dihadapi oleh individu tersebut memang berkaitan dengan pengaruh jahat. Gereja juga menyoroti pentingnya konsultasi dengan ahli medis dan psikolog dalam rangka memperoleh pemahaman yang komprehensi, tentang kondisi individu yang terlibat. Keterlibatan Otoritas Gerejawi Gereja Katolik menekankan pentingnya penggunaan eksorsisme dengan bijaksana dan hati-hati. Eksorsisme tidak boleh dilakukan secara sembarangan, atau sebagai respons terhadap setiap masalah. Gereja memandang eksorsisme sebagai tindakan sakramental, yang membutuhkan otoritas gerejawi. Hanya imam yang memiliki otoritas gerejawi yang ditunjuk oleh Uskup, yang berwenang dan berhak melaksanakan eksorsisme. Otoritas gerejawi memastikan bahwa eksorsisme dilakukan sesuai dengan panduan dan norma Gereja, serta menjaga integritas dan keselamatan individu yang menjalani eksorsisme. Pertobatan, Pengampunan, dan Hidup yang Saleh Dalam konteks eksorsisme, Gereja Katolik menekankan pentingnya pertobatan, pengampunan, dan hidup yang saleh. Eksorsisme dipandang sebagai bagian dari perjalanan spiritual individu yang terkena pengaruh kekuatan jahat. Proses eksorsisme disertai dengan serangkaian langkah, untuk memperkuat iman dan pertobatan individu yang menjalani eksorsisme. Selain melalui doa-doa eksorsisme, individu juga didorong untuk berpartisipasi dalam sakramen-sakramen Gereja, terutama Sakramen Tobat dan Ekaristi.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
DOA PENGIKAT GANGGUAN ROH JAHAT DI RUANGAN “Dalam Nama Yesus, kularang segala bentuk gangguan roh jahat dan hubungan apapun dan kukunci ruang ini dengan Darah Yesus” sambil memercikkan air suci kesekeliling ruangan. DOA MENGUJI KEBERADAAN KUASA JAHAT “In nomine Iesu, exorcize te!”, “In nomine Iesu, dic nomen tuum”, “In nomine Iesu, manifesta te!” Dalam Nama Yesus, kuusir kau/dalam Nama Yesuskatakan siapa namamu!/Dalam Nama Yesus perlihatkan dirimu! Doa Pembersihan Jiwa dari kuasa roh jahat “Bapa Surgawi, dalam Nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penyelamat kami, karena kuasa Roh Kudus, kami berdoa mohon kuasa Darah Mulia Putera-Mu yang membersihkan datang sekarang ini juga. Murnikanlah dan basuhlah kami agar bersih berkat Darah Yesus dari ujung kepala kami ke bawah sampai ujung-ujung jari kaki kami. Biarkanlah Darah merasuki sumsum tulang-tulang kami guna membersihkan kami dari tali-tali jerat apapun dari roh yang kami jumpai selama kami berdoa ini. Urapi kami dengan karunia-karunia Roh Kudus dan segarkanlah tubuh, jiwa dan roh kami. Dan semoga berkat tanda Salib-Mu yang suci mengusir semua roh-roh jahat dari kamibuatlah tanda salib Dalam Nama Bapa,dan Putera dan Roh Kudus. Amin”. DOA PELEPASAN “Dalam Nama Yesus dari Nasaret, dengan perantaraan kuat kuasa yang luarbiasa sebagai Allah dan dengan perantaraan Nama yang sangat penuh kuasa dan membebaskan, aku enyahkan, singkirkan dan aku ikat serta aku usir semua roh-roh. Aku perintahkan kepadamu, atas Nama Yesus dan segeralah pergi dan langsung ke kaki salib dan tak pernah kembali lagi!” DOA PENGUSIRAN Paus Leo XIII “Bersama Perawan Maria, Tak Bernoda, Bunda Allah, bersama malaekat Agung Mikhael, bersama Rasul Petrus dan Paulus dan semua orang kudus, dengan penuh percaya kami berjuang menangkis serangan dan tipu daya setan” “Allah bangkit, maka berseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah”. “Pandanglah Salib Tuhan, lari dan pergilah gerombolan musuh-musuh”. “Dia telah mengalahkan Singa dari suku Yuda, keturunan Daud”. “Semoga belaskasih-Mu turun atas kami”. “Besarlah harapan kami pada-Mu” “O Santo malaekat Agung Mikhael, jadilah bagi kami pertahanan melawan kejahatan dan perangkap iblis. Dengan rendah hati kami mohon, semoga Allah berkenan mengusirnya. Ya pangeran balatentara surgawi, dengan kuasa Allah, ikatlah setan ke neraka dan semua roh jahat yang menjelajah dunia ini untuk menghancurkan jiwa-jiwa. Amin” “Kami usir kamu dari hadapan kami, siapapun kamu, roh-roh najis, semua kuasa setan, semua penyerbu dari neraka, semua gerombolan jahat, kumpulan dan kelompok-kelompok, dalam Nama dan atas kuasa Tuhan kami, Yesus Kristus †, engkau dicampakkan jauh dan diusir dari Gereja Allah dan dari jiwa-jiwa yang diciptakan seturut gambar dan keserupaan Allah dan yang telah ditebus oleh Darah mulia anak Domba Allah. Ular yang sangat licik, janganlah kamu berani lagi menipu umat manusia, mengejar-gejar Gereja, menyiksa orang-orang pilihan Allah, menggilas mereka seperti gandum †. Allah yang Mahaagung memerintahmu †. Dalam kesombonganmu, engkau tetap ingin menyamai-Nya, “ yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” “Allah Bapa memerintahmu †” “Allah Putera memerintahmu †” “Allah Roh Kudus memerintahmu †” “ Dia yang menyelamatkan jiwa-jiwa , merendahkan diri menjadi taat dan taat sampai mati. Dia yang telah membangun Gereja di atas batu karang yang kokoh dan yang menyatakan bahwa pintu neraka tiddak akan mampu mengalahkan Gereja sebab Dia akan selalu menyertai Gereja senantiasa sampai akhir zaman. Tanda Salib Suci memerintahgmu †, sebagaimana juga dilakukan oleh kuasa misteri iman kristiani †. Bunda Allah yang mulia, Perawan Maria memerintahmu †. Dia yang dengan kerendahan hatinya sejak saat pertama dikandung tanpa noda, meremuk kepalamu yang sombong †. Iman kepercayaan Rasul suci Petrus dan Paulus dan para rasul lainnya, memerintahmu †. Darah para martir dan doa-doa permohonan saleh lewat para kudus, memerintahmu †. Maka, hai naga terkutuk dan kamu para pasukan iblis, dengan keras kami perintah kamu, demi Allah yang Kudus †, demi Allah yang begitu mencintai dunia sehingga memberikan Putera Tunggal-Nya , supaya setiap orang yang percaya pada-Nya jangan sampai binasa, melainkan memperoleh hidup kekal”, hentikan penipuan atas umat manusia ciptaan-Nya, hentikan mencurahkan kepada mereka racun kebinasaan kekal! Berhentilah merugikan Gereja, hentikanlah menghalang-halangi kebebasan Gereja. Enyahlah iblis, biangnya semua penipuan, musuh keselamatan manusia. Berikan tempat kepada Kristus dan dalam Dia engkau tak mendapatkan tempat untuk melakukan apapun. Berikan tempat kepada Gereja yang satu, kudus, katolik, dan rasuli yang diperoleh oleh Kristus dengan Darah-Nya yang mulia. Merunduklah di bawah tangan yang mahakuasa dari Allah, gemetar dan larilah bila kami menyebut Nama Yesus yang kudus dan yang menggetarkan. Dan Nama inilah yang menyebabkan neraka bergetar. Pada Nama ini, semua kekuatan, kuasa dan poemerintahan surgawi tunduk merendah. Nama inilah yang menyebabkan semua Kherubim, Serafim memuji tanpa henti dan mengulang serta mengulan, Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan, Allah segala bala tentara.” “Tuhan dengarkan doa-doaku” “dan semua seruanku sampai pada-Mu” “Ya Allah Surga, Allah bumi, Allah para malaekat, Allah para malaekat agung, Allah para bapa bangsa, Allah para nabi, Allah para rasul, Allah para martir, Allah para pengaku iman, Allah para perawan, Allah yang berkuasa memberi hidup setelah kematian, dan memberi istirahat setelah bekerja, sebab tiada Allah lain kecuali Engkau, dan memang tidak ada yang lain. Karena Engkaulah Sang Pencipta segala sesuatu baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan, Yang pemerintahan-Nya tiada akan berkesudahan, dengab rendah hati kami merebahkan diri di hadapan hadirat-Mu yang Mahamulia dan mohon pada-Mu untuk membebaskan kami atas kuasa-Mu dari segala tirani dari roh neraka, dari segala perangkapnya, dari segala kebohongannya dan kejahatannya yang yang amat sangat. Berkenanlah ya Tuhan memberi kepada kami perlindungan-Mu yang penuh kuasa dan jagailah kami selalu sehat dan aman. Kami memohon ini dengan perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.” “Dari segala jerat iblis, bebaskanlah kami ya Tuhan”. “Semoga Gereja-Mu mengabdi-Mu dengan damai dan bebas. Kami mohon dengarkan kami ya Tuhan”. “Semoga Tuhan menggilas semua musuh gereja-Mu. Kami mohon dengarkanlah kami ya Tuhan.”
Ilustrasi oleh Dini LestariPintu kamar Pastor Budi* diketuk petugas keamanan. Sekelompok mahasiswa mendatangi tempatnya tinggal lewat tengah malam. Ada satu kawan mereka kerasukan. "Waktu itu ada dua perempuan dan tiga laki-laki, yang perempuan yang kerasukan," ujarnya. Keempat kawan lain berusaha memegangi perempuan itu, namun korban kerasukan meronta kuat sekali. Saat Budi menemui mereka, atas inisiatif pribadi bukan resmi mewakili gereja, mahasiswi itu masih meronta. Mahasiswi yang menjadi korban roh jahat itu tiba-tiba memiliki tenaga tidak manusiawi. Dia mampu melemparkan orang-orang yang memeganginya. "Dalam pelayanan saya sebagai imam dan berkaitan dengan dunia roh, itu paling kuat, paling nyata," kata Pastor Budi. Eksorsisme, alias pengusiran roh jahat, adalah sebuah ritual Gereja Katolik yang cukup sering diperlihatkan film-film horor produksi Hollywood. Beberapa film yang menampilkan elemen pengusiran setan di antaranya The Excorsist, The Excorsism of Emily Rose, atau The Conjuring. Industri perfilman Hollywood memandang Eksorsisme sebagai komoditas yang menarik banyak penggemar film genre horor. Kata 'eksorsisme' pada dasarnya adalah stilah Gereja Katolik yang berasal dari bahasa Yunani, exorkizo. Artinya "mengikat dengan sumpah." Dalam kepercayaan Katolik, ritual eksorsisme dicontohkan langsung oleh Yesus Kristus yang sering melakukan pengusiran roh jahat semasa hidupnya. Yesus lantas menisbatkan kekuatan tersebut kepada murid-murid-Nya untuk melakukan ritual sangka, eksorsisme sungguhan masih dijalankan sampai sekarang. Termasuk di Indonesia. Tentu saja, ritual yang dijalankan gereja Katolik mengusir roh jahat jauh berbeda dari penggambaran Hollywood. Ritual eksorsisme yang diperlihatkan di film-film produksi Amerika Serikat itu banyak ditambahi 'bumbu-bumbu penyedap' agar dapat menghibur penonton dan terlalu Budi merupakan salah satu dari sekian pemuka agama Katolik di Indonesia yang mempelajari ilmu tersebut secara mendalam. Ketika saya mengutarakan niat menemuinya, beberapa pengurus gereja tampak jatuh iba pada saya. Belum sempat saya menjelaskan lebih lanjut kalau niatnya adalah wawancara. Sebagian frater langsung saja berkesimpulan kalau saya mengalami gangguan mahluk halus. Untunglah Pastor Budi bersedia menceritakan pelayanannya yang tak banyak orang tahu itu. Dia terpanggil mendalami pengusiran roh berkat pelatihan lebih dari satu dekade lalu. Dia mengikuti seminar dan retret mengenai Eksorsisme oleh Pastor Jose Francisco C. Syquia, eksorsis dari Keuskupan Manila, Filipina, yang sedang melawat ke Indonesia. "Kebetulan Tuhan menuntun saya mengikuti retret dua kali, pertama diadakan di Lembang, saya sudah merasa terbuka [secara spiritual]," ujarnya. "Beberapa tahun kemudian, diadakan lagi di Jakarta. Saya ikut dua kali. Jadi lebih luas lagi pandangannya, paling tidak secara pemahaman. Dalam praktik sih ternyata berguna juga."Menurut Pastor Budi eksorsisme kerap disalahpahami gara-gara industri film Hollywood, baik secara konsep dan penerapan. "Ada banyak ketidaktahuan tentang ini, banyak kekaburan tentang konsep, tentang pandangan yang diajarkan Gereja. Kita dibombardir oleh film, tetapi yang bener kita bisa jadi enggak ngerti," jugaDalam film-film produksi Hollywood, eksorsisme selalu digambarkan sebagai pertempuran antara sang eksorsis dengan roh jahat. Padahal, konsep dasar eksorsisme Gereja Katolik adalah berdoa. Jadi, menurut Pastor Budi tugas seorang eksorsis adalah berdoa kepada Tuhan, memohon agar kuasa-Nya membebaskan sang korban dari roh jahat. Eksorsis tidak terlibat pertempuran spiritual langsung melawan roh jahat. Sebab eksorsis tidak ada 'urusan personal' dengan roh jahat yang mengganggu korban. Lewat retret dan seminar yang dulu dia ikuti, Pastor Budi menyadari di Indonesia keberadaan eksorsis masih sangat jarang. Yang dilakukan olehnya ini bahkan belum sampai tahap eksorsisme resmi, melainkan ritual doa pembebasan Deliverance. "Eksorsisme itu yang ditunjuk dan mendapat kuasa dari uskup, tetapi kalau deliverance itu semua imam bisa melakukannya. Nah, orang sering mencampurkan dua itu," ungkapnya. Pastor Budi mengatakan perbedaan terbesar antara eksorsisme dan doa pembebasan terletak pada kuasa yang menyertai pastor saat melawan roh jahat. Kuasa yang menyertai eksorsis berasal dari keuskupan tempat pastor tersebut berkarya. Karena formal, pastor harus mengenakan jubah pastoralnya beserta seluruh simbol-simbol Gereja Katolik ketika melakukan eksorsisme. Sedangkan dalam Doa Pembebasan, kuasa yang menyertai seorang pastor adalah pribadinya sendiri, sehingga dalam penerapannya seorang pastor boleh saja tidak mengenakan jubah pastoralnya, hanya mengenakan pakaian seperti doa-doa dan tata cara pelaksanaannya, Pastor Budi mengatakan antara Eksorsisme dan Doa Pembebasan tidak ada perbedaan signifikan. Dia mengatakan bahasa yang paling efektif digunakan selama ritual berlangsung adalah bahasa Latin. Bukan karena kesaktian dan kekuatan yang ada dalam perbendaharaan kata atau tata bahasanya. Status Bahasa Latin sebagai bahasa kuno bisa memberikan tanda yang cukup menyakinkan, apakah korban benar-benar dirasuki roh jahat atau tidak. "Kalau saya pakai bahasa Indonesia, kamu bisa pura-pura paham. Kalau saya pakai bahasa Inggris, kan kamu masih bisa ngerti. Tapi kalau pakai bahasa Latin, hampir tidak mungkin orang ngerti. Itu bahasa kuno dan mati, jadi lebih efektif dalam arti seperti itu," kata Pastor Budi. Ada juga anda-tanda lain yang menguatkan indikasi seseorang terpengaruh roh jahat. Misalnya perubahan suara, meningkatnya kekuatan fisik, bola mata yang terbalik, mengetahui masa lalu seseorang tanpa mengenal orang tersebut, hingga dapat berbicara bahasa kuno bahasa Latin atau bahasa Aramaik dengan lancar dengan tata bahasa alasan eksorsisme tak banyak dilakukan. Sebab Gereja Katolik memang menetapkan aturan-aturan sangat ketat mengenai untuk ritual ini, meliputi aturan untuk memilih seorang eksorsis hingga tata cara pelaksanaannya. Dalam hal memilih seorang eksorsis, sebenarnya secara teknis semua orang yang telah ditahbiskan menjadi pastor dapat melakukan eksorsisme. Namun, karena pastor pun memiliki kekurangan duniawi, maka penunjukan seorang eksorsis hanya boleh dilakukan oleh seorang uskup. Itupun sang uskup harus yakin bahwa pastor yang ditunjuknya benar-benar memiliki kualitas pribadi dan spiritual yang baik. Biasanya seorang eksorsis tidak bekerja sendirian dalam melakukan ritual eksorsisme. Dia harus bekerja bersama sebuah tim. Lazimnya satu tim eksorsisme terdiri dari eksorsis, seorang psikolog, seorang psikiater, satu dokter umum, dan satu pastor lain. Seorang psikolog dibutuhkan untuk menangani kondisi kejiwaan korban, psikiater dibutuhkan untuk menangani kondisi syaraf neurologis korban, dokter umum dibutuhkan bila korban mengalami manifestasi fisik dari roh jahat dan membutuhkan penanganan medis, serta pastor satu lagi dibutuhkan untuk mendukung eksorsisme lewat doa. Dalam prosedur ritual eksorsisme, Gereja Katolik juga menetapkan peraturan ketat. Gereja tidak mau eksorsisme digunakan secara sembarangan. Seorang eksorsis sebagai pelaku dan seorang uskup sebagai pemberi izin harus yakin bahwa korban yang bermasalah memang dikuasai roh jahat, bukan karena masalah-masalah medis atau kejiwaan. Prosedur awal seorang eksorsis menyimpulkan seseorang memang dikuasai oleh roh jahat atau tidak, sebenarnya mirip prosedur yang dilakukan dokter. "Seperti dokter mendiagnosis seseorang sakit apa, baru setelah ada kesimpulannya dokter tuh juga nyoba obatnya dikasih dulu. Reaksinya bagaimana, kan gitu. Itu persis seperti cara kerja dokter sebenarnya, diperiksa dulu, lalu dites dengan obat tertentu," ujarnya. Seorang eksorsis pun akan memperhatikan opening dari orang yang mengaku mendapat gangguan roh jahat. Jiwa manusia ibaratnya adalah benteng. Namun benteng itu berlubang setiap kali manusia melakukan kejahatan. Semakin banyak kita melakukan kejahatan, kuasa jahat semakin mudah menyerang kita. Sangat mungkin, muncul opening karena kita terikat dengan praktik klenik atau okultisme. Perdukunan membuat roh jahat lebih mudah masuk tubuh. Faktor lainnya kalau orangtua atau leluhur kita terikat pada perjanjian dengan kuasa-kuasa jahat. "Karena kuasa jahat juga menyerang orang-orang terdekat. Kalau keluargamu ada yang seperti itu, kamu akan lebih rentan kena. Nah, seperti itu yang disebut opening."Dari bermacam pertemuannya dengan roh yang merasuki tubuh, Pastor Budi mengatakan pengalaman membantu para mahasiswa pada dini hari sekian tahun lalu yang selalu terkenang. Proses pembebasannya memang sangat melelahkan. Pastor mengajak keempat mahasiswa berdoa dalam posisi bersila, untuk ikut membebaskan kawannya yang kerasukan. Proses doa ini berjalan lama sekali. Sejak tiba tengah malam, barulah setelah hampir subuh si mahasiswi yang mereka doakan kembali sadar seperti sedia kala. "Dia akhirnya betul-betul terbebaskan."*Nama narasumber telah diubah atas alasan privasi
doa katolik mengusir roh jahat